jump to navigation

Bensin yang Cocok untuk Kendaraan Anda Maret 20, 2014

Posted by The Green Blog in Car, Motorcycle.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

SPBU

Kendaraan kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax Plus yang merupakan produk Pertamina, dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell, Total dan Petronas. Semakin banyak lagi pilihan kita.

135297_spbu-pertamina_663_382

Mesin kendaraan memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan spesifikasi mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan Pertamax Plus ber-oktan 95.

totem

Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin kendaraan kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga. Wah jadi bagaimana dong?

Jika kita cermati spesifikasi kendaraan kita pada brosur yang baik akan menampilkan informasi rasio kompresi (Compression Ratio / CR). CR ini adalah hasil perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja. Terlihat pada foto, bahwa CR mesin motor Kawasaki Ninja 150 R adalah 6,8 : 1

2014-03-19_23-03-28

Dari informasi spesifikasi foto tersebut, kita bisa menentukan bahwa mesin motor Kawasaki Ninja 150 R tersebut memerlukan jenis bensin yang bernilai oktan 88, yaitu bensin Premium.

Bagaimana jika diisi bensin dengan oktan lebih rendah?

Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah “Ngelitik” (pinging/knocking). Bagaimana menggambarkan ‘kejam’nya ngelitik yang dirasakan piston? Ibarat telapak tangan kita ditusuk2 dengan paku… kira-kira begitu. Perlahan namun pasti.. membuat piston seperti permukaan bulan… dan bahkan bisa bolong!.. ngeri….

piston3

Saat terjadi ‘ngelitik’, bensin tidak menjadi tenaga yang terpakai. Kerja mesin tidak optimal. Kembali diulang, mesin yang CR nya tinggi, memerlukan bensin yang lambat terbakar. Semakin tinggi nilai CR, bensin harus semakin lambat terbakarnya (oktan tinggi).

Bagaimana kalau diisi bensin dengan oktan lebih tinggi?

Bensin dengan oktan lebih tinggi (pertamax, pertamax plus, dsb), umumnya dilengkapi dengan aditif pembersih, dan sebagainya. Namun tidak banyak memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih ‘bertenaga’. Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja.

Kesimpulan:

  • Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).
  • Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi).
  • Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)
  • Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Solusi Alternatif

Banyak cara untuk menyiasati agar bisa menggunakan bensin Premium pada mesin yang ber-CR tinggi, namun mesin tidak mengalami ‘ngelitik’, antara lain:

  • Menambahkan Octane Booster pada bensin (dimasukkan ke tangki bensin)
  • Menggunakan katalis untuk menaikkan nilai oktan (biasanya mengandung timbal, tidak ramah lingkungan).
  • Merubah derajat waktu pengapian (ignition timing) ke posisi yang lebih lambat (Retard).
  • Menggunakan aplikasi water-injection (agak repot untuk perawatannya).
  • dan lain-lain.

Fakta…

Pada kenyataannya.. banyak kita lihat, khususnya di SPBU, kendaraan baru yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis Premium. Faktor ekonomi lebih mendesak ketimbang dampak rusak ke depan pada mesin motornya.. atau memang kurangnya informasi mengenai pemilihan bensin ini.

wpid-img_351672494557.jpeg

semoga bermanfaat.

Top Posts:

Komentar»

1. Bobby Satriohadi - Maret 20, 2014

itu di SPBU mana ?

Irfan Desyadi Azis - Maret 20, 2014

Kasih tau gak ya🙂

2. Aa Ikhwan - Maret 20, 2014

kdang pertamax..kadang super kdang campur:mrgreen:

Irfan Desyadi Azis - Maret 20, 2014

Mantap kang Ikhwan…

3. orong-orong - Maret 21, 2014

leres suhu, disesuaikan kompresinya. jangan sampai salah. model trasi neh
http://sarikurnia980.wordpress.com/2014/03/21/warna-baru-fzs-dan-fazer-india/

Irfan Desyadi Azis - Maret 21, 2014

Mantap gan…

4. Teknologi SKYACTIV Mazda | The Green Blog - Juni 10, 2014

[…] Untuk Indonesia, SKYACTIV baru dipasang pada mesin bensin. SKYACTIV ini menggunakan rasio kompresi mesin yang tertinggi. Bahkan di dunia sekalipun, yakni 13:1, untuk di Jepang sudah ada yang 14:1. Melihat rasio kompresinya nenggak oktan 95 sudah kewajiban nih (klik disini). […]

5. Alasan Pemerintah Menaikkan Harga Jual BBM Subsidi di Tahun 2014 | Sing Indo - November 18, 2014

[…] Bensin yang Cocok untuk Kendaraan Anda (klik disini). […]

6. Perbedaan BBM Jenis Premium, Pertamax dan Pertamax Plus | The Green Blog - November 20, 2014

[…] Bensin yang Cocok untuk Kendaraan Anda (klik disini). […]

7. 14 Motor Matic yang Ekonomis | Sing Indo - April 15, 2015

[…] Baca juga: Bensin yang Cocok untuk Kendaraan Anda […]

8. Mengenal Pertalite, Bahan Bakar Pengganti Premium | Sing Indo - Juni 26, 2015

[…] Baca juga: Bensin yang Cocok untuk Kendaraan Anda […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: