jump to navigation

Oli Mesin yang Cocok untuk Kendaraan Anda Maret 25, 2014

Posted by The Green Blog in Car, Motorcycle.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

116055_._original Collage

Ngomong-ngomong soal oli mesin, TGB aja sampai pusing untuk memilih oli mesin yang cocok untuk mobil dan motor TGB karena memang banyak ragam dan macamnya.

Kalau mau gampang sich ya tinggal datang saja ke bengkel resmi dan ganti oli mesin sesuai dengan anjuran bengkel resmi tersebut. Tapi buat sebagian besar orang lebih memilih untuk membeli produk after market yang dijual bebas dipasaran.

Dua-duanya tidak ada yang salah. Bebas saja kok asalkan tidak termakan bujuk rayu SPG melainkan harus sesuai dengan engine specs kendaraan kita.

Di artkel ini TGB meminta bantuan sahabat Bro Tommy Lina yang berdomisili di Bekasi karena beliau memang paham betul masalah per oli mesinan.

Sebelum kita memilih oli mesin berdasarkan parameter yang akan kita bahas nanti, sebaiknya kita mengetahui dulu fungsi dan jenis dari oli mesin tersebut. Yakni:

  • Sebagai “pelindung” gesekkan, antara logam dengan logam atau keausan.
  • Sebagai peredam bunyi yang ditimbulkan logam dan logam saat bersinggungan.
  • Sebagai pendingin mesin.
  • Sebagai anti korosif pada logam.

Motor_oil_refill_with_funnel

Parameter pemilihan oli mesin:

1. Jenis

1.1. Oli Mesin Mineral

Oli mesin mineral terbuat dari base oil yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan dan ditambah dengan zat-zat aditif untuk meningkatkan kemampuan dan fungsinya. Pada jenis ini masih terdapat zat-zat yang masih “berbahaya” untuk mesin.

1.2. Oli Mesin Semi-Synthetic

Pada jenis ini kualitas sudah lebih baik dari Mineral Base, performa juga jauh lebih baik.

1.3. Oli Mesin Very High Viscosity Index (VHVI)

Proses oli mesin VHVI ini adalah melalui penyempurnaan dari minyak mineral, biasa kita mengenalnya dengan istilah technosyntesis, synthetic technology atau hydrocracks. Pada jenis ini kualitas sudah mendekati performa Sintetis.

1.4. Oli Mesin Synthetic

Oli mesin synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli mesin synthetic biasanya PAO (PolyAlphaOlefin) dan Synthetic Ester, Oli mesin synthetic biasanya disarankan untuk mesin-mesin berteknologi terbaru (turbo, supercharger, dohc, dsb  nya) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli mesin synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna.

Keunggulan Oli Mesin Sintetis:

  • Lebih stabil pada temperatur tinggi (less volatile) sehingga kadar penguapan rendah.
  • Mengontrol/mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin.
  • Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin.
  • Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin.
  • Tahan terhadap perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama sehingga lebih ekonomis dan efisien.
  • Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin.
  • Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak.

1.5. Kesimpulan

  • Oli mesin mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan oli mesin synthetic API SL.
  • Oli mesin semi-synthetic harganya bisa 2x lebih mahal dari oli mesin mineral.
  • Oli mesin synthetic harganya bisa 2X – 4X lebih mahal dari yang semi-synthetic.
  • Kalau untuk pemakaian sehari-hari cukup yang semi-synthetic.

1.6. Tips

  • Untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah menggunakan oli mesin yang ber jenis synthetic baik semi-synthetic atau synthetic.
  • Jika telah biasa menggunakan oli mesin mineral selama bertahun-tahun maka jangan langsung menggantinya dengan oli mesin sintetis dikarenakan oli mesin sintetis umumnya mengikis deposit (sisa) yang ditinggalkan oli mesin mineral sehingga deposit tadi terangkat dari tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga mengganggu pemakaian mesin.

Motor_Oils

2. Kekentalan (Viskositas)

Tingkat kekentalan pelumas yang juga disebut “Viscosity-Grade” adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu.

Kode pengenal oli mesin adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli mesin tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti kode oli mesin menandakan semakin kentalnya oli mesin tersebut.

Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli mesin tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli mesin akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrem sekalipun.

Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli mesin akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

Sebagai contoh di bawah ini adalah tipe Viskositas dan ambien temperatur dalam derajat Celcius yang biasa digunakan sebagai standar oli mesin di berbagai negara/kawasan.

  • 5W-30 untuk cuaca dingin seperti di Swedia.
  • 10W-30 untuk iklim sedang seperti di kawasan Inggris.
  • 15W-30 untuk Cuaca panas seperti di kawasan Indonesia.

Untuk lebih jelasnya mohon membaca buku manual kendaraan…

Motor_oil

3. Kualitas

Kualitas oli mesin disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute). Ada dua kelompok kategori API service yaitu:

  • Kategori API Service (berawalan S) untuk pelumas kendaraan berbahan bakar bensin.
  • Kategori API Service (berawalan C) untuk pelumas kendaraan bermesin diesel

3.1. API mesin bensin

  • SM Ditujukan untuk semua jenis mesin bensin yang ada pada saat ini. Oli mesin ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap keausan, dan mengontrol deposit lebih baik.
  • SL untuk mesin bensin tahun 2004 dan sebelumnya.
  • SJ untuk mesin bensin tahun 2001 dan sebelumnya.
  • SH untuk mesin bensin tahun 1996 dan sebelumnya.
  • SG untuk mesin bensin tahun 1993 dan sebelumnya.
  • SF untuk mesin bensin tahun 1988 dan sebelumnya.
  • SE untuk mesin bensin tahun 1979 dan sebelumnya.
  • SD untuk mesin bensin tahun 1971 dan sebelumnya.
  • SC untuk mesin bensin tahun 1967 dan sebelumnya.
  • SB dan SA sudah tidak direkomendasikan.

3.2. API mesin diesel

  • CJ-4 Diperkenalkan sejak 2006.
  • CI-4 Diperkenalkan sejak  2002.
  • CH-4 Diperkenalkan sejak 1998.
  • CG-4 Diperkenalkan sejak 1995.
  • CF-4 Diperkenalkan sejak 1990.
  • CF-2 Diperkenalkan sejak 1994.
  • CF Diperkenalkan sejak 1994.

Semoga bermanfaat.

Komentar»

1. Manfaat Engine Flush dan Waktu yang Tepat Untuk Menggunakannya | The Green Blog - September 26, 2014

[…] 20.000 km, TGB juga punya pengalaman menggunakan engine flush saat meng-upgrade kekentalan (viskositas) oli dari SAE 10W-40 ke SAE […]

2. yoga - Mei 27, 2015

mantap nih buat pengetahuan thanks
mampir bos Oli Motor Terbaik TOTAL Hi-Perf


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: