jump to navigation

Pentingnya Surat Izin Mengemudi (SIM) Berjenjang di Indonesia Mei 29, 2014

Posted by The Green Blog in Car, Motorcycle.
Tags: ,
trackback

140528 - Copy

Minggu lalu, tepatnya tanggal 21-23 Mei 2014, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono menghadiri pertemuan International Transport Forum (ITF) Annual Summit 2014 di Leipzig, Jerman.

Dalam kesempatan itu, Bambang Susantono mengatakan, Kecelakaan di Indonesia terjadi setiap 5 menit dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas terjadi setiap 20 menit. Pemerintah Indonesia terus berupaya menurunkan kecelakaan dan tingkat fatalistasnya, melalui program keselamatan berlalu lintas untuk pengendara kendaraan bermotor seperti:

  1. Melakukan kampanye etika mengendarai sepeda motor.
  2. Bekerjasama dengan manufaktur sepeda motor untuk inisiatif penurunan angka kecelakaan lalu lintas.
  3. Sosialisasi safety riding, didukung oleh komunitas sepeda motor dan korporat.
  4. Meningkatkan partisipasi publik dalam mematuhi aturan tata cara berlalu lintas.
  5. Menciptakan sistem transportasi yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan.

Menurut TGB ada hal penting lain yang harus dilakukan oleh pemerintah. Hal tersebut adalah penerapan sistem surat izin mengemudi secara berjenjang.

Tidak perlu jauh-jauh untuk mengambil contoh. Di negara tetangga yang hanya berjarak 26.68 km dari Batam saja penerapan sim berjang sudah dilakukan sejak jauh hari.

Screenshot_2014-05-27-07-48-51

SIM di Indoneaia vs SIM di Singapore

1Classes of driving licence in Singapore

Ada perbedaan yang signifikan antara penerapan SIM di Indonesia dengan di Singapore yaitu di Singapore sudah menerapkan sistem berjenjang sementara Indonesia belum menerapkan sistem berjenjang.

Seperti apa yg di katakan Bambang Susantono saat menghadiri acara di Jerman bahwa kecelakaan di Indonesia terjadi setiap 5 menit dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas terjadi setiap 20 menit.

Kalau Singapore tidak menerapkan SIM berjenjang bisa habis pendukuknya. Lah wong total populasi nya per tanggal 1 July 2013 hanya 5,4jt orang.

Kenapa Indonesia belum menerapkan SIM berjenjang?

Apakah karena mempunyai peribahasa “mati satu tumbuh seribu”? Semoga saja tidak ya. Dan mudah2an sistem ini bisa diterapkan sesegera mungkin.

Syarat permohonan SIM untuk mobil penumpang:

Indonesia:

SIM A

  • Usia minimal 17 tahun
  • Untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3500 kg.

Singapore:

1. SIM 3

  • Usia minimal 18 tahun
  • Mobil berat kosong tidak melebihi 3000 kg dengan tidak lebih dari 7 penumpang, tidak termasuk pengemudi.

2. SIM 3A

  • Usia minimal 18 tahun
  • Mobil tanpa pedal kopling (transmisi automatic) berat kosong tidak melebihi 3000 kg dengan tidak lebih dari 7 penumpang tidak termasuk pengemudi.

Di Singapore, perbedaan antara SIM 3 dan SIM 3A terletak antara transmisi manual dan transmisi automatic.

Pembedaan SIM dikarenakan teknik mengemudi antara transmisi manual dan transmisi automatic berbeda.

Kelihatannya mengemudi mobil transmisi automatic jauh lebih mudah dari transmisi manual. Akan tetapi ada saat-saat tertentu dimana dalam mengemudikan mobil transmisi automatic dibutuhkan skill dan jam terbang yang lebih tinggi.

Untuk me-refresh ingatan mas bro, TGB sudah upload beberapa video yang mem-visualisasi-kan betapa bedanya skill yang dibutuhkan untuk mengendarai mobil bertransmisi automatic terutama saat parkir.

Syarat permohonan SIM untuk sepeda motor:

Indonesia:

SIM C

  • Usia minimal 17 tahun

Singapore:

1. SIM 2B

  • Usia minimal 18 tahun
  • Sepeda Motor dengan kapasitas mesin tidak melebihi 200cc.

2. SIM 2A

  • Usia minimal 19 tahun
  • Sepeda motor dengan kapasitas mesin antara 201cc dan 400cc.
  • Permohonan SIM 2A harus memiliki SIM 2B sekurang-kurangnya 1 tahun.

3. SIM 2

  • Usia minimal 20 tahun
  • Sepeda Motor dengan kapasitas mesin melebihi 400cc.
  • Permohonan SIM 2 harus memiliki SIM 2A sekurang-kurangnya 1 tahun.

Banyak sekali perbedaan antara penerapan SIM sepeda motor di Indonesia vs Singapore. Di Indonesia asalkan umur sudah 17 tahun sudah diperbolehkan bawa motor dengan mesin kubikasi besar.

Menurut TGB dibawah ini adalah skema yang cocok untuk diterapkan di Indonesia.

1. SIM C2

  • Usia minimal 17 tahun
  • Sepeda Motor dengan kapasitas mesin tidak melebihi 150cc.

2. SIM C1

  • Usia minimal 18 tahun
  • Sepeda motor dengan kapasitas mesin antara 150cc dan 250cc.
  • Permohonan SIM C1 harus memiliki SIM C2 sekurang-kurangnya 1 tahun.

3. SIM C

  • Usia minimal 19 tahun
  • Sepeda Motor dengan kapasitas mesin melebihi 250cc.
  • Permohonan SIM C harus memiliki SIM C1 sekurang-kurangnya 1 tahun.

Miris TGB melihat anak-anak tanggung pada ugal-ugalan. Gimana gak ugal-ugalan, darah muda mengalir dengan derasnya tetapi tidak ada aturan yang mengatur hal tersebut.

Pada saat Pemerintah belum menerapkan aturan tersebut, sudah selayaknya orang tua turun tangan. Alih-alih sayang dengan anak, semua permintaannya dituruti. Boleh-boleh saja asalkan disesuaikan dengan kemampuan (skill dan kematangan) anak tersebut.

Sebagai contoh, kita khan sebagai orang tua sangat tahu karakter anak kita. kalau anak kita gampang emosi yang jangan dibeliin underbone 147.3 cc, 4-Tak, DOHC 4-Katup Berpendingan Oli, SACS tapi beliin aja underbone 110 cc, 4-Tak, SOHC, silinder tunggal.

Contoh lain lagi. Misalnya anak kita pengen banget dibeliin motor dengen kubikasi 250cc. Bilang aja ke anaknya sabar ya nak dua tahun lagi sekarang naik yang 134,4 cc, 4 langkah, 4 valve SOHC, berpendingin cairan aja khan pake kopling juga. Nanti tahun depan baru naik 150 cc, 4-langkah, DOHC, 4-katup, silinder tunggal yang ada tangkinya didepan. Kalau udah mahir banget dan secara emosi sudah stabil baru deh dibeliin yang 249 cc 4-langkah, pendinginan air, dua buah sejajar yang pake fairing pas ulang tahun kamu yang ke 19 ya nak.

Semoga bermanfaat.

Komentar»

1. cicak kreatip.com - Mei 29, 2014
Irfan Desyadi Azis - Mei 29, 2014

monggo bro…

2. warungasep - Mei 29, 2014
Irfan Desyadi Azis - Mei 29, 2014

Amin mas… harapan kita semua…

3. macantua - Mei 29, 2014

mungkin ga di Indonesia digituin??? yang ada pabrikan otomotif khususnya roda dua meradang karena penjualan bakal sedikit terganggu
http://macantua.com/2014/05/29/cargloss-ahrs-motocross-helmet/

Irfan Desyadi Azis - Mei 29, 2014

Mungkin aja om… tapi memang terlalu banyak kepentingan dari pihak yg terkait.

4. Hermawan - 4G92Mivec - Mei 30, 2014

Setuju, harus segera dan secepatnya

Irfan Desyadi Azis - Mei 30, 2014

Semoga saja pihak yang terkait menyadarinya… salam kenal om…

Hermawan - 4G92Mivec - Mei 30, 2014

Yups, salam kenal juga🙂

Irfan Desyadi Azis - Mei 30, 2014

Saya sudah follow 4G92 Mivec🙂

Hermawan - 4G92Mivec - Mei 30, 2014

Saya juga udah follow the green blog, cuman pake email kantor🙂

Irfan Desyadi Azis - Mei 30, 2014

siap om… hehe…

5. fncounter - Mei 30, 2014

Jika disetujui akan ada level SIM untuk pengendara motor juga. 100-250, 300-600 dan sebagainya

Irfan Desyadi Azis - Mei 30, 2014

Setuju om… karena karakter mesinnya jauh berbeda…

6. RPMspeed - Mei 31, 2014

Malah njelimet😀

*******************************
RpmSuper blog automotive site
http://rpmsuper.wordpress.com/

Irfan Desyadi Azis - Mei 31, 2014

mumet yak hehe…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: