jump to navigation

Cara Pemerintah Cegah Pemilik LCGC Pakai BBM Subsidi Juni 1, 2014

Posted by The Green Blog in Car.
Tags: , , , ,
trackback

agar-tak-isi-premium-lubang-bensin-mobil-murah-bentuk-segitiga

Pemerintah sedang menyiapkan aturan untuk membatasi pemakaian BBM subsidi pada mobil LCGC. Rencananya, para pabrikan LCGC harus memodifikasi lubang tempat nozzle pengisian BBM.

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat telah mengirimkan surat resmi kepada Menkeu Chatib Basri dalam upaya pengendalian penggunaan BBM bersubsidi pada mobil LCGC. Salah satunya adalah memodifikasi tempat masuknya nozzle BBM pada mobil.

Pabrikan mobil siap menyesuaikan produknya untuk memenuhi perubahan dimensi nozzle SPBU ini dengan tenggat waktu tertentu. Untuk itu disarankan institusi yang membina SPBU dalam hal ini BPH Migas (Kementerian ESDM) bisa melaksanakan kebijakan ini.

Sedangkan Kementerian Perindustrian akan berkoordinasi untuk penyusunan standar produk dan regulasi produknya.

Sanksi berupa pencabutan fasilitas fiskal dapat diberikan pada pabrikan yang tidak menepati persyaratan dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian. Sedangkan sanksi di operasional SPBU sebaiknya dikoordinasikan dengan institusi terkait karena melibatkan banyak otoritas.

Hal ini mengingat mobil yang sudah beredar adalah merupakan hal milik pembeli dengan segala konsekuensinya, serta kepemilikan dan operasional SPBU mengikuti rambu-rambu tertentu.

Menurut hemat TGB, Pemerintah terkesan tebang pilih terhadap produk LCGC. Kenapa kebijakan memodifikasi dimensi lubang tempat nozzle ini hanya berlaku untuk LCGC? Bagaimana dengan yang non LCGC? Apa masih diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi?

Sebenarnya Pemerintah dapat melakukannya secara lebih fair tanpa pandang bulu baik LCGC dan non LCGC dengan cara meminimkan fuel dispenser untuk Premium dan memaksimalkan fuel dispenser  untuk Pertamax.

Yang terjadi sekarang ini adalah, katakanlah satu SPBU terdapat lima fuel dispenser. Empat untuk Premium dan satu untuk Pertamax. Maka yang terjadi adalah mobil akan masuk ke fuel dispenser Premium.

Seharusnya jika memang pemerintah ingin membatasi, maka yang dilakukan harus sebaliknya.

Katakanlan satu SPBU terdapat lima fuel dispenser. Satu untuk Premium dan empat untuk Pertamax. Jadi mobil akan di paksa untuk isi Pertamax. Kalau tetap bersikeras ingin mengisi Premium silakan saja antri dengan angkutan umum yang pastinya antrian akan panjang banget karena hanya satu fuel dispenser yang melayani Premium.

Jadi pemerintah gak usah pusing-pusing minta pabrikan mobil LCGC modifikasi dimensi lubang tempat nozzle. Jadi buat kebijakan yang berlaku untuk semua mobil bukan cuma LCGC saja.

Semoga bermanfaat

Komentar»

1. RPMspeed - Juni 1, 2014

Untuk sepeda motor bagaimana ya ?

Irfan Desyadi Azis - Juni 1, 2014

motor belum ada info… sepertinya belum ada kebijakannya bro…

RPMspeed - Juni 1, 2014

kalau menurut saya kebijakan DP yang perlu diatur lagi😀

Irfan Desyadi Azis - Juni 2, 2014

yoi mas bro….

2. aripitstop - Juni 1, 2014
Irfan Desyadi Azis - Juni 1, 2014

masih diperbolehkan mas bro…

3. cicak kreatip.com - Juni 1, 2014
Irfan Desyadi Azis - Juni 1, 2014

hehe…

4. cahyadip - Juni 1, 2014
Irfan Desyadi Azis - Juni 2, 2014

di akalin ya om hehe… namanya juga indonesia hehe…

5. Perbedaan BBM Jenis Premium, Pertamax dan Pertamax Plus | The Green Blog - November 20, 2014

[…] Cara Pemerintah Cegah Pemilik LCGC Pakai BBM Subsidi (klik disini). […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: