jump to navigation

Tips Mengendarai Mobil Turbo Juli 6, 2014

Posted by The Green Blog in Car.
Tags: ,
trackback

Ford-Fiesta-eWheelDrive-EV-prototype-in-slalom-course

Beberapa puluh tahun lalu mobil turbo merupakan sesuatu yang istimewa. Penambahan turbin untuk memaksa pasokan udara dan bahan bakar ke mesin melonjakkan tenaga secara drastis. Makanya banyak pengendara zaman dahulu melakukan sejumlah antisipasi menghadapi karakter turbo, misalnya beradaptasi sebelum mengemudi agresif.

Kini mobil yang dilengkapi turbo makin marak. Karena selain membesarkan tenaga mesin, teknologi ini juga bisa dipakai untuk mengecilkan kapasitas mesin sehingga konsumsi BBM lebih hemat. Banyaknya mobil turbo di jalan kadang membuat kita mengabaikan fakta bahwa karakternya berbeda dibanding mobil berpasokan udara normal (Normally Aspirated).

Supaya kita bisa lebih aman mengemudikan mobil berturbo, ada beberapa faktor yang perlu diketahui dan tips berkendara yang bisa diterapkan.

Bagaimana turbo bekerja?

Sebelum memahami cara mengemudinya, sebaiknya mengerti sekilas cara kerja turbo. Pada dasarnya unit turbo terdiri dari 2 buah turbin. Satu adalah turbin penggerak, dan satu lagi adalah turbin yang digerakkan. Keduanya disambungkan via satu poros.

Turbin yang digerakkan akan berputar ketika ada arus di saluran gas buang. Semakin cepat arusnya, semakin cepat pula turbin ini berputar.

Sedangkan turbin penggerak terletak di saluran masuk mesin. Karena ia juga berputar cepat akibat sambungan langsung dengan turbin yang digerakkan, alhasil ia membuat tekanan lebih tinggi di saluran masuk itu. Udara pun menjadi dipaksa masuk ke ruang bakar.

Mengenali turbo-lag

Jeda turbo atau biasa disebut sebagai turbo lag adalah hal yang membuat karakter mesin turbo berbeda dan bisa berpotensi bahaya. Terdapat jeda waktu lebih lama setelah kita menginjak gas sampai tenaga besar mesin benar-benar keluar. Waktu lebih lama ini terjadi karena arus gas buang membutuhkan waktu untuk memutar turbin yang digerakkan hingga mencapai putaran sesuai arus.

Urutannya seperti ini. Setelah gas diinjak arus gas buang meningkat, perlahan turbin mulai berputar namun belum bisa membuat tekanan cukup karena katup buang turbo (blow-off valve) masih terbuka. Ketika putarannya meningkat maka blow-off valve mulai menutup, barulah turbo bisa meningkatkan tekanannya secara gradual. Ini berbeda dengan mesin N/A yang langsung memberi efek tenaga.

Kurang naturalnya karakter ini kadang membuat pengendara kaget. Ketika diinjak gas terasa tak ada tenaga, apalagi mesin turbo normalnya memiliki rasio kompresi lebih rendah dari mesin N/A. Namun begitu tekanan terkumpul, mendadak tenaga menjadi sangat besar.

Kini teknologi turbo berkembang. Dari mulai penggunaan turbo ganda sekuensial hingga sudut turbin variabel dibuat untuk meminimalkan lag. Tapi tetap saja karakternya tak bisa senatural mesin N/A.

ford-focus-10-liter-3-cylinder-ecoboost-replaces-16-liter-engine-in-europe_2

Tips berkendara

  1. Hal mutlak yang perlu dilakukan pertama kali adalah mengenali karakter jeda turbo (turbo lag) di mobil Anda. Pergilah ke kawasan luas dan tertutup. Berjalanlah perlahan lantas injak penuh gas. Pelajari berapa lama turbo membutuhkan waktu memberi dorongan dan sebesar apa tenaga yang dimuntahkan.
  2. Walaupun ada embel-embel turbo, nyatanya ketika turbo sedang tidak bekerja, tenaga mesin lebih kecil dari seharusnya. Artinya ini mesti diwaspadai ketika hendak menyalip.
  3. Bila membutuhkan tenaga lebih instan, Anda bisa mengaktifkan moda Sport atau mengatur gigi supaya putaran mesin berada di tingkat lebih tinggi. Semakin tinggi putaran mesin, semakin kecil pula lag yang akan terjadi.
  4. Saat berakselerasi penuh, maka turbo akan berada di tekanan maksimum. Waspadalah ketika hendak mengurangi kecepatan. Karena setelah Anda melepas pedal gas, terkadang masih ada sisa tekanan turbo yang membuat mobil masih melaju.
  5. Bila Anda meningkatkan tekanan turbo, maka hal ini secara langsung akan menambah jeda turbo yang terjadi.
  6. Di jalan licin, efek bahaya yang terjadi akan lebih besar. Bila dilengkapi, sebaiknya Anda membiarkan sistem kontrol traksi dan stabilitas dalam posisi ‘On’.
  7. Untuk mobil berpenggerak roda depan, saat lonjakan tenaga terjadi tiba-tiba, ketika menikung bisa terjadi gejala understeer atau mobil cenderung lurus. Kurangi injakan pedal gas sedikit untuk mengizinkan ban memperoleh traksi kembali.
  8. Sebaliknya untuk mobil berpenggerak roda belakang, lonjakan tenaga akan menimbulkan gejala oversteer. Arahkan setir secara lembut dan kurangi injakan pedal gas.

Semoga bermanfaat

Sumber: Auto Bild

Komentar»

1. prasetyo676 - Juli 6, 2014

Siip, nice info. Moga nanti saya juga bisa punya mobil turbo.

Transformers 4 : Age of Extinction – Gallery Foto Mobil dan Truk Sebagai Tokoh dalam Film | prasetyo676.wordpress.com
http://prasetyo676.wordpress.com/2014/07/06/transformers-4-age-of-extinction-gallery-foto-mobil-dan-truk-sebagai-tokoh-dalam-film/

Irfan Desyadi Azis - Juli 6, 2014

amin mas bro….

prasetyo676 - Juli 6, 2014

Aamiin..

2. danisubject - Juli 6, 2014

nguung cesss

Irfan Desyadi Azis - Juli 6, 2014

Ngepooootttt

danisubject - Juli 6, 2014

gymkhana

Irfan Desyadi Azis - Juli 6, 2014

🙂

danisubject - Juli 6, 2014

ford fiesta tu turbo ga pake blow of valve tapi

Irfan Desyadi Azis - Juli 7, 2014

Sampean lebih jago… mantap om…

danisubject - Juli 7, 2014

biasa aja ah . masih smk kelas 1 masi butuh belajar .

Irfan Desyadi Azis - Juli 7, 2014

ambil apa mas? teknik mesin? mantap tuh…

danisubject - Juli 7, 2014

kendaraan ringan

Irfan Desyadi Azis - Juli 7, 2014

Sukses mas…

Kobayogas - Juli 7, 2014

Kayaknya semua, yang turbo standar OEM gada BOV nya, apa ya yang ada, gada keknya… eh Subaru WRX sama Evo X ada keknya.
Pasang aja biar kedengeran ncus-nya pas pindah gigi…di MT lebih berasa…

Irfan Desyadi Azis - Juli 7, 2014

ane kudu banyak belajar sama kang kobay nih…

3. RPMspeed - Juli 7, 2014

wah nyetir aja belum bisa😮

————————————————————-
Ini dia motor dengan silinder terbanyak di dunia
http://rpmsuper.com/2014/07/07/sepeda-motor-dengan-jumlah-silinder-terbanyak-di-dunia/

Irfan Desyadi Azis - Juli 7, 2014

🙂

4. Kobayogas - Juli 7, 2014

VGT nyaris gak terasa turbo lag-nya, begitu juga VNT, paling jos gak kerasa ya twin scroll atau TSI… cuma Twin Scroll belum kesampaian nyobain😦

Mengenal lebih lanjut fitur yang ada pada roda 4…
http://kobayogas.com/2014/07/07/informasi-fitur-dan-spesifikasi-teknis-lengkap-all-new-honda-jazz-gk5-part-ii-end/

Irfan Desyadi Azis - Juli 7, 2014

ane kudu banyak nimba ilmu sama kang kobay nih…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: