jump to navigation

Meninggalkan Anak di Mobil Dapat Mengakibatkan Kematian Agustus 7, 2014

Posted by The Green Blog in Car.
Tags: , ,
trackback

Jangan tinggalkan anak mas bro dan mbak sis di dalam mobil. Sebab, suhu di kabin mobil akan naik drastis tidak lama setelah mas bro dan mbak sis mematikan mesin, terlebih di siang hari. Bila masih membandel, nyawa anak mas bro dan mbak sis jadi taruhannya.

Panas memang menjadi musuh kendaraan. Jangankan manusia atau hewan peliharaan yang mas bro dan mbak sis tinggal di kabin mobil, panas di mobil ternyata juga bisa secara perlahan merusak ban cadangan, aki hingga sistem pendingin. “Sebuah ban yang rusak dapat menyebabkan bencana kecelakaan,” kata Steve Besso, pemilik Reno Vulcanizing Works.

Pada ban, panas akan menyebabkan telapak ban retak dan dinding samping ban menggelembung. Sementara untuk aki NBC News melaporkan kalau komponen ini bisa menguap dan sistem pendingin rusak karena kepanasan.

Di Inggris beberapa hari lalu ada bayi 11 bulan yang sebentar lagi akan merayakan ultah pertamanya harus merenggang nyawa karena sang ibu meninggalkannya sebentar di mobil.

Sementara di Amerika terhitung sudah ada 8 anak meninggal dalam setengah tahun terakhir karena masalah yang sama, tujuh diantaranya terjadi di Mei. Anak-anak ini ditinggal di mobil dan tak lama kemudian suhu kabin meningkat drastis yang membuat mereka akhirnya tewas.

kid-in-hot-car_dalam

Anak-anak itu masih sangat kecil, paling tua berumur 4 tahun. Sejak 1998 di Amerika Serikat tercatat telah ada 567 anak tewas akibat kepanasan di mobil. Dengan begitu, rata-rata 38 anak tewas setiap tahunnya karena kecerobohan orang tua atau pengasuh mereka. Sejak tahun 90an, angka heatstroke memang terus meningkat.

Hal yang patut dicatat adalah kondisi tubuh anak yang sebenarnya jauh lebih cepat memanas dibanding dengan orang tua. Ditinggal 15 menit saja di siang terik di kabin mobil maka otak si anak dapat dengan mudah rusak yang pada akhirnya akan membuat si anak tewas.

Orang tua atau pengasuh terkadang memang suka meninggalkan anak di mobil bila mereka hanya sebentar mampir ke suatu tempat. Selain itu, child seat yang menghadap ke belakang terkadang juga membuat orang tua tidak ‘ngeh’ membawa bayi mereka.

shutterstock_96471455

Untuk alasan kedua bisa dihindari dengan menaruh ponsel, tas atau dompet di dekat child seat agar tidak ketinggalan karena biasanya orang tua lebih ingat benda-benda itu dibanding sang bayi. Sementara untuk alasan pertama, si bayi dan anak bagaimana pun juga harus dibawa keluar oleh orang tua dari dalam mobil, bila tidak mau ribet, antar anak pulang terlebih dahulu atau titipkan ke suami atau saudara.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Detik

Komentar»

1. cicak kreatip.com - Agustus 7, 2014
Irfan Desyadi Azis - Agustus 7, 2014

Betul tapi kalau orang dewasa bisa buka pintu sendiri om…🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: