jump to navigation

Mobil Tetangga Menutupi Rumah Orang Lain Agustus 10, 2014

Posted by The Green Blog in Car.
Tags: , , , ,
trackback

wpid-28_beritagar-infografik-mobil-menghalangi-tetangga_l.png

Kemarin salah satu kawan saya yaitu Bro Febry share informasi melalui account FB nya mengenai mobil tetangga yang menutupi rumah orang lain. TGB rasa banyak sekali yang menemui hal serupa terutama yang tinggal di komplek perumahan di kota-kota besar di Indonesia. Dimana seorang keluarga memiliki kendaraan lebih dari satu tetapi space garasinya terbatas. Jadi berhamburanlah mobilnya sampai keluar-luar.

Agar kita mengerti peraturannya dan juga melek hukum. Mari kita simak pertanyaan dari seseorang dan jawaban dari seorang ahli hukum yaitu Letezia Tobing, S.H. yang TGB kutip dari www.hukumonline.com. Jadi kita tahu bagaimana harus bersikap jika kita menghadapi permasalahan di atas.

Pertanyaan:

Jika Dirugikan Tetangga yang Memarkir Mobilnya di Depan Rumah

Saya tinggal di salah satu perumahan tua di Jakarta. Di depan rumah saya tinggal pejabat pemerintah yang punya 3 mobil, sedang garasinya cuma muat 1 mobil, jadi 2 mobilnya parkir di depan rumahnya. Karena lebar jalan umumnya cuma muat buat 2 mobil, jadi saya setiap mau masuk keluar mobil dari garasi rumah harus minta dia pindahin mobil. Kadang saya mesti panggil sampai berulang ulang kali baru mau dipindahin. Kalau saya mau keluar masuk di jam-jam subuh atau pagi keluarga ini belum bangun, saya bisa tunggu 1 jam baru bisa keluar atau masukkan mobil ke garasi rumah. Ini membuat saya merasa sangat tidak nyaman. Saya sudah omongkan secara kekeluargaan minta jangan parkir di depan rumah, tapi malah dia yang lebih galak karena dia pejabat pemerintah sedang saya cuma rakyat biasa. Lewat RT juga tidak ada hasil. Jadi, apa ada cara buat dia bisa tidak parkir di depan rumahnya lagi? Apa ada jalur hukum untuk melarang dia parkir di depan rumah? Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Jawaban:

lt506bc9aa28ce7

Sebelumnya, kami perlu sampaikan bahwa di dalam konstitusi kita yakni dalam Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 ditegaskan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Jadi, Anda dan tetangga Anda yang pejabat pemerintah itu kedudukannya sama di dalam hukum, dan karenanya wajib saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing.

Mengenai jalan besar terkait rumah diatur dalam Pasal 671 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) yang mengatakan bahwa:

“Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik bersama dan beberapa tetangga, yang digunakan untuk jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan, dirusak atau dipakai untuk keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan izin semua yang berkepentingan.”

Oleh karena itu, sudah menjadi hak Anda untuk mempergunakan jalan di depan rumah Anda dan apabila tetangga Anda ingin mempergunakan jalan tersebut untuk memarkir mobil-mobilnya yang memungkinkan membuat tetangga di sekitarnya tidak nyaman, seharusnya tetangga Anda meminta izin tetangga di sekitarnya.

Atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh perbuatan tetangga Anda, apabila cara kekeluargaan tidak berhasil, Anda dapat menggugat tetangga Anda secara perdata untuk meminta ganti kerugian atas dasar perbuatan melawan hukum, sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPer, yang berbunyi:

“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

Dalam artikel Merasa Dirugikan Tetangga yang Menyetel Musik Keras-keras dijelaskan antara lain bahwa Mariam Darus Badrulzaman dalam bukunya “KUH Perdata Buku III Hukum Perikatan Dengan Penjelasan”, seperti dikutip Rosa Agustina dalam buku “Perbuatan Melawan Hukum” (hal. 36) menjabarkan unsur-unsur perbuatan melawan hukum dalam Pasal 1365 KUHPer sebagai berikut:

  • Harus ada perbuatan (positif maupun negatif);
  • Perbuatan itu harus melawan hukum;
  • Ada kerugian;
  • Ada hubungan sebab akibat antara perbuatan melawan hukum itu dengan kerugian;
  • Ada kesalahan.

Yang termasuk ke dalam perbuatan melawan hukum itu sendiri adalah perbuatan-perbuatan yang:

  1. Bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku;
  2. Melanggar hak subjektif orang lain;
  3. Melanggar kaidah tata susila;
  4. Bertentangan dengan azas kepatutan ketelitian serta sikap hati-hati yang seharusnya dimiliki seseorang dalam pergaulan dengan sesama warga masyarakat atau terhadap harta benda orang lain.

Dalam hal ini, tetangga Anda melanggar hak subjektif Anda sebagai pemilik rumah untuk dapat keluar dengan rumah dengan nyaman dan kapanpun Anda inginkan tanpa ada gangguan. Selain itu, tetangga Anda juga melanggar azas-azas kepatutan yang terdapat di masyarakat. Karena pada dasarnya dalam kehidupan bertetangga sudah menjadi hal yang lazim bahwa tidak boleh melakukan suatu perbuatan yang dapat merugikan tetangganya. Dalam hal ini, Anda merasa dirugikan dari segi waktu Anda yang terbuang karena harus menunggu tetangga Anda memindahkan mobil. Lebih lanjut mengenai hak subjektif seseorang, Anda dapat membaca dalam artikel Cerobong Asap, Hak dan Lingkungan.

Untuk dapat digugat dengan perbuatan melawan hukum, perbuatan tetangga Anda harus memenuhi unsur-unsur perbuatan hukum di atas. Anda juga harus membuktikan adanya kerugian yang Anda derita akibat perbuatan tetangga Anda tersebut. Misalnya, Anda menjadi terlambat ke suatu tempat dan hal tersebut menimbulkan kerugian bagi Anda.

Sebagaimana diuraikan dalam artikel Bermasalah dengan Tetangga karena Tembok Batas Pekarangan, Rosa Agustina dalam buku “Perbuatan Melawan Hukum” (hal. 53) mengutip pendapat Mr. C. Assers’s L.E.H Rutten, menyatakan bahwa “schade” dalam Pasal 1365 KUHPer adalah kerugian yang timbul karena perbuatan melawan hukum. Rosa menjelaskan bahwa tiap perbuatan melawan hukum tidak hanya mengakibatkan kerugian uang saja, tapi juga dapat menyebabkan kerugian moril atau idiil, yakni ketakutan, terkejut, sakit dan kehilangan kesenangan hidup. Sebagaimana dalam putusan Hoge Raad tanggal 21 Maret 1943 dalam perkara W.P. Keruningen v. van Bessum cs. telah mempertimbangkan sebagai berikut (hal. 55):

“Dalam menilai kerugian yang dimaksudkan oleh pasal 1371 KUH Perdata harus juga dipertimbangkan kerugian yang bersifat idiil, sehingga Hakim adalah bebas untuk menentukan penggantian untuk kesedihan dan kesenangan hidup, yang sesungguhnya dapat diharapkan dinikmatinya (gederfdelevensvreugde)”.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar Hukum:

1.    Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945

2.    Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Top Posts:

Komentar»

1. dirga maulana - Agustus 20, 2016

Kalo saya punya tetangga, dia punya mobil tapi ga ada tempat parkir (garasi) trus lagi depan rumah ada got dia tutup atasnya buat narok pot bunga, trus parkir mobil di jalan gang, yg notabene jd nutupin sebagian jalan..lah kalo saya mau keluar, kudu panggil2 itu orang buat mindahin mobilnya, sekali dua kali saya turun dari mobil “minta ijin” sama dia, keseringan jadi males dan bete, kesini sininya saya ga turun2 dari mobil tapi saya klakson klakson aja orangnya, baru deh dia keluar trus pindahin, eh besok2annya istri saya dijutekin sama itu tetangga, saya mah bodoamat, abis kalo nurut saya sih ga pake otak..bangun rumah semua lahan diabisin ga nyisain buat garasi..padahal ada halaman masjid yg “diperbolehkan” parkir mobil disana…

2. A. Marpaung - Agustus 20, 2016

Kalau saya ketemu tetangga seperti ini, malam pertama semua bannya kempes.
Malam kedua semua body mobilnya ada kaligrafi dan pemandangan.
Malam ketiga, saya pastikan mobilnya saya wax dengan kotoran manusia.

Anonim - Agustus 23, 2016

ini baru keren..

Anonim - November 22, 2016

Sadis men … hhehe , tetangga oh tetangga , serba salah

3. Anonim - Agustus 20, 2016

Lebih baik anda parkir dulu sebelum dia parkir didepan rumah anda.

4. Saya Trader - Agustus 20, 2016

tepatnya pejabat tuh lebih rendah drpd orang biasa.
org biasa adalah rakyat, sedangkan pejabat adalah abdi rakyat.
jadi pejabat itu adalah abdinya org biasa spt kita, alias pejabat adalah pegawai dan kita adalah bossnya.
jadi bagi para pejabat gak usah sok ya, gaji dr rakyat harusnya melayani rakyat dgn baik.

5. Susilawati - Agustus 20, 2016

Sama dengan yg terjadi di komplek saya. Depan rumah yang cuma sekitar 3 meteran, dijadikan tempat parkir mobil kijang yang udah jadi bangke. Setiap hari kendaraan mobil & motor yamg lewat musti bergantian atau saling klakson kalo ada yg halangin jalan. Padahal yg punya seorang dokter, orang berpendidikan yg seharusnya tahu tata krama. Kadang kesel liatnya bangke mobil itu ada pas di depan rumah saya, nggak tau kapan itu mobil dipindahkan/dibuang.

Anonim - Agustus 21, 2016

Daerah mana itu bangke mobil..

6. tiara medina - Agustus 21, 2016

Kost2an di jakarta. Byk yg bawa mobil.
Parkir sembarangan. Nutupin rumah orang.
#SOMBONG

7. widodo - Agustus 21, 2016

Udah g usah ambil pusing parkir sekalian didepan rmh kita sendiri…biar macet sekalian tuh jalan…klo ngajak ribut bilang aja “gue kn parkir didepan rumah gue sendiri…emgnya loe doank yg bs kayak gitu gue jg bs”

Anonim - Agustus 22, 2016

Betul.klo gw sengajain aja parkir depan garasi dia.sehaian biar dipanggil2 jngn keluar,boar tau gmna rasanya…mw macet keq bodo amat…

8. Elin - Agustus 21, 2016

Bagaimana dengan tetangga yang ingin membuat pompa air satelit tanpa ijin dari lingkungan sekitar.
Mohon diinformasikan apakah ada peraturanny dalam pembuatan pompa satelit itu?
Karena menurut saya exploitasi air yang berlebihan itu akan berdampak pada struktur tanah.

9. Joe - Agustus 21, 2016

Kasih pagar aja gembok pagarnya agar dia tidak bsa parkir lg… jalur hukum lama… memakan waktu dan juga belum tentu menang.. ini indonesia… nenek colong 3 pohon jati di oenjara 1 tahun sedangkan pt pelaku pembakaran hutan malah bebas karena bsa di taman lg….

10. Anonim - Agustus 21, 2016

Foto aja mbl n rumahnya. Namanya siapa. Pejabat pemerintah bagian apa. Kirim deh ke fb. Di jamin tuh org lgs terkenal. Krn byk rakyat yg muak dgn pejabat macam ini

11. ilmudes - Agustus 22, 2016

Mengerikan sekali,parah. Tp artikel ini bisa jg buat pegangan. Terima kasih.

12. Anonim - Agustus 22, 2016

Jangan ambil jalur hukum, percuma. Dimata Hukum hanya penguasa yg berhak menang.

Parkir duluan aja ditempat itu.atau kalo gak taruh pot gede2 didepan rumah atau bs jg pasang NO PARKING.

atau jg tulisan “HANYA MONYET YG PARKIR DISINI” hahaha…

13. Inawati - Agustus 22, 2016

Menurut pandangan pribadi dan opini saya, Hukum perdata Indonesia Sangat Lemah, Coba bayangkan, Hukum Perdata adalah hukum yang melindungi hak dan kewajiban masyarakat sebuah negara, hukum ini bersentuhan langsung dengan kesejahteraan hidup bersama masyarakat. Tidak terlepas atas sebuah perjanjian maupun kesepakatan. Dalam hal ini perdata sangat di”rendahkan” di Indonesia. Dimana pihak yang lebih “kuat” “memakan” mereka yang lebih “Lemah”. Dimana kesetaraan warga negara dimata Hukum? Kalau mau seperti Singapore dan Honkong atau negara maju lainnya Hukum Perdata jangan pernah diremehkan oleh setiap pemimpin negara. Karena banyak juga kasus perdata yang menyangkut “nafkah” warga negara di”injak2″ oleh beberapa pribadi maupun kelompok. Sehingga untuk hal/kasus yang kecil saja seperti diatas, membuat warga negara tidam nyaman dinegara sendiri dan yang seharusnya dapat “menyelesaikan” pertikaian malah “angkat tangan” karena tidak mau berurusan dengan pihak2 tertentu yg “kuat”. Tidak heran beberapa warga negara yang berpotensi dan dapat menyumbangkan potensinya kepada negara, dikarenakan tidak dilindungi hukum perdata yang baik akhirnya tidak nyaman berada di negara sendiri, akhirnya pindab keluar negeri dan menyumbangkan potensinya kepada negara tersebut karena Hukum Perdatanya kuat minimal untum hal2 yang bersentuhan langsung dengan kenyamanan hidup sehari2. Semoga dapat memberi inspirasi kepada mereka yang membaca postingan komentar ini. Bukan untuk memprovokasi tetapi untuk meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara khususnya indonesia

14. Bejo Paijo Payah - Agustus 22, 2016

Bikin sayembara saja, siapa pencuri yg bisa mencuri mobil depan rumahku, akan dikasih bonus sepeda motor …..

15. Anonim - Agustus 23, 2016

hampir sama. cuma yang parkir itu motor

kalau saya pergi sebentar saja maka didepan rumah akan ada kontes motor dadakan, yang berlomba meneduhkan motor kesayangan dari teriknya matahari
sedangkan didepan rumahnya masih kosong…

16. ParkirGratis - Agustus 23, 2016

hampir sama. cuma yang parkir itu motor

kalau saya pergi sebentar saja maka didepan rumah akan ada kontes motor dadakan, yang berlomba meneduhkan motor kesayangan dari teriknya matahari
sedangkan didepan rumahnya masih kosong…

17. Anonim - Agustus 23, 2016

beberapa bulan kebelakang saya juga mengalami, tetangga di sebrang memarkirkan mobil tepat di pagar keluar hambir menghabiskan 2/3 lebar pagar rumah, jangankan mengeluarkan mobil, motor saja pas sekali, ya terpaksa saya harus sedikit keras karena bener2 ga pake otak…padahal carportnya ada….,jadi ya…,teguran keras harus diberikan pada tetangga yg ga pake otak seperti itu…

18. Anonim - Agustus 23, 2016

Masalah2 kayak gini harusnya RT turun tangan. Duduk bersama dalam rapat, dengarkan keluhan warga, buat aturan bersama sesuai dasar hukum yg telah disampaikan bersama. Jika ada yg melanggar ya ditegur oleh pak RT disaksikan warga lain, atau melalui surat.
Jangan pernah melakukan perusakan terhadap mobil yg parkir sembarangan krn itupun dianggap pidana. Nanti balas2an malah nggak selesai masalahnya.
Kalo diatur masih susah ya baru laporin polisi. Kan ada hukumnya.
Saya yakin semua masalah akan selesai kalo duduk bersama, disepakati bersama. Bukankah musyawarah dan mufakat sdh jadi budaya kita? Jalur hukum alternatif terakhir kalo memang aturan bersama dilanggar berkali kali


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: