jump to navigation

Scrapping Mobil Bekas Agustus 13, 2014

Posted by The Green Blog in Car.
Tags: ,
trackback

20100603_101720_Carscrap1

Pada saat mas bro membaca tulisan ini, sekitar 40 ribu mobil per hari dihancurkan lewat proses scrapping  di seluruh dunia. Mengerikan dan sadis terdengarnya. Tapi tahukah mas bro, scrapping  ini memegang peranan penting dalam pelestarian lingkungan di dunia.

Secara total dari seluruh jenis ‘besi tua’ termasuk mobil uzur, sebanyak 145 juta ton per tahun dihancurkan. Dan setelah dihancurkan, besi-besi tadi diproses daur ulang dan menghasilkan bahan besi mentah yang siap dipakai kembali pada berbagai industri. Dan jangan kaget kalau ternyata hampir 70% bahan baku industri besi dunia dihasilkan lewat proses scrapping  ini.

Lantas, apa alasan bagi mobil yang banyak dianggap sebagai sebuah masterpiece  perlu dihancurkan juga? Alasan utamanya bagi pemerintah adalah populasi. Bila mobil tidak didaur ulang, maka makin lama bumi semakin disesaki mobil. Data terakhir, lebih dari 100.000 mobil baru merasuki jalan raya di seluruh dunia.

Maka dari itu, pemerintah di negara maju membuat peraturan pajak yang cukup memberatkan bagi pemilik mobil tua. Singapura misalnya, bila mas bro memiliki mobil berusia di atas 10 tahun, pajaknya lebih tinggi ketimbang baru. Dan selama kendaraan tersebut masih dipakai, tiap tahun pajaknya terus merangkak naik.

Hal ini membuat harga mobil bekas berumur di negara-negara tadi hancur lebur, apalagi kalau dibandingkan dengan Indonesia. Nah, kondisi ini akhirnya membuat pemilik mobil mobil berumur itu menganggap lebih menguntungkan bagi mereka menghancurkan mobil. Di junkyard  Amerika, mobil yang bisa dihargai hingga Rp 25 juta per ton.

Bagi kita di Indonesia yang tak terbiasa akan hal itu, mungkin akan serta merta menolaknya bila hendak diterapkan. Tapi bila dilihat secara makro, penghancuran mobil akan memberi kontribusi berarti bagi masa depan kita sendiri. Populasi mobil akan terjaga dan penggalian hasil tambang seperti besi akan tereduksi. Amerika Serikat misalnya, tiap tahun mendapatkan 10 miliar dolar (sekitar Rp 110 triliun) hanya dari mengekspor besi tua ke seluruh dunia.

Bagaimana nasib mobil klasik?

Adanya car scrapping  bukan berarti membunuh pecinta mobil klasik. Karena memang tidak ada keharusan untuk menghancurkan. Dan bila hendak mengoleksi mobil antik yang sangat bernilai, beban pajak dari pemerintah tentunya bukan masalah bagi para kolektor.

Itu sebabnya di negara maju seperti Inggris atau Amerika, klub penggemar mobil antik terus menjamur. Bagi mereka, mobil antik memiliki nilai historis tinggi yang layak dilestarikan. Dan lagi, car scrap  memang diperuntukkan bagi mobil tua yang tak memiliki nilai sepadan lagi.

Layakkah diterapkan di Indonesia?

Bila saja ada pemerintah yang berani mengusulkan car scrapping,  sudah pasti ditentang habis-habisan. Bukan cuma pajaknya dianggap memberatkan, harga jual mobil bekas pun akan hancur tak keruan.

Indonesia bisa saja melakukan proses daur ulang ini, asalkan pajak mobil baru tidak setinggi sekarang dan didukung fasilitas transportasi memadai. Tapi pembatasan populasi mobil memang harus mulai dipikirkan bila tak ingin negara kita disesaki mobil dan memberi polusi tinggi bagi masyarakatnya.

Sumber: Auto Bild

Komentar»

1. Yoshi - Agustus 13, 2014

Josss ini

The Green Blog - Agustus 13, 2014

Mau beli pretelannya sblm di scrap?

2. rendi - September 25, 2014

mobil 5 tahun di scrap boleh boleh saja, buat amerika beli mobil ibarat beli hand phone disini. tukang ledeng saja bisa bawa double cabin, tukang anter pizza dan koran juga ada yang pakai mobil. kalau di indonesia nyaris semua orang beli mobil dari kpm dengan angsuran sampai 5 tahun. artinya seumur hidup kridit mobil ga lunas lunas. bukannya yang rugi atpm sendiri, nantinya ga ada orang yang mau beli mobil. semua nyerbu motor, karena ruginya lebih kecil

The Green Blog - September 25, 2014

terima kasih atas infonya pak rendi. kalau saya tinggal di singapore. harga mobil selangit http://thegreenblog.net/2014/06/05/vin-diesel-dont-buy-cars-in-singapore/ untuk acuan avanza saja harganya lebih dari 1 miliar http://thegreenblog.net/2014/06/03/toyota-avanza-1500cc-tembus-rp-1-miliar-di-singapore/ Nah peraturan di SGP, untuk mobil di atas 10 tahun di beri option untuk perpanjang COE dengan pajak mahal atau di tawarkan untuk di serahkan ke pemerintah tentunya dengan ganti rugi yang layak. Nah mobil yang di serahkan ke pemerintah jika masih layak untuk digunakan biasanya di export ke negara tetangga. Kalau sudah tidak layak baru sama pemerintah di scrapp. Semoga menambah wawasan.

3. Motorcycle Fun Blog - November 28, 2014

nice banget bacaan ini..anda indonesia menerapkan hal yang sama seperti di singapura pasti jalanan di mari gag sepenuh sekarang..hmm..hanya bisa mimpi kayaknya bsa di terapkan disini..

The Green Blog - November 28, 2014

perlu ada yang sampaikan masalah ini ke pemerintah om…

Motorcycle Fun Blog - November 28, 2014

mudah2n pemerintah baca..

The Green Blog - November 28, 2014

Aamiin…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: