jump to navigation

Budaya Berkendara Lebih Penting daripada Fitur Canggih Sekalipun Agustus 17, 2014

Posted by The Green Blog in Car.
Tags: , , ,
trackback

13657306771796800765

Weekend ini TGB iseng-iseng lihat-lihat berita dari arsip lawas yang diangkat oleh http://www.kompasiana.com dengan judul “Avanza-Xenia Sebaiknya Dilarang Beredar” (klik disini).

Agar lebih jelas mari kita simak opini yang ditulis oleh Sutomo Paguci tanggal 12 April 2013 yang TGB quote seperti dibawah ini.

Tak terbayangkan andai Toyota Avanza (atau kembarannya Daihatsu Xenia) mengalami tabrakan frontal, atau ditabrak dari samping, atau ditabrak dari belakang dengan keras. Kemungkinan ringsek atau robek atau copot bagian-bagiannya amat sangat besar. Ujungnya-ujungnya membahayakan penumpang.

Sudah banyak kejadian demikian. Sebut saja sekedar contoh kecelakaan yang melibatkan Syaiful Jamil dengan Avanza yang dikendarainya (3/9/2011) dan lakalantas Xenia kontra Nissan Juke di Tol Purbaleunyi, Bandung, Jawa Barat (7/4/2013), yang menewaskan lima orang penumpang Xenia.

Di Eropa standar keamanan kendaraan menjadi hal utama dan tak bisa ditawar-tawar seperti di Indonesia. Sebelum kendaraan boleh dijual ke masyarakat wajib diuji standar keselamatannya. Demikian pula di Amerika Serikat. Tak heran dalam film-film Hollywood mobil-mobil murah buatan Jepang jadi bahan ide untuk olok-olok; betapa rendah fitur keselamatannya.

Di Indonesia justru sebaliknya. Kendaraan seperti Avanza dan Xenia dengan fitur keamanan sangat minimal boleh-boleh saja beredar luas dipasarkan di mana-mana. Entah apa alasan dan logika para regulator perhubungan di negeri ini.

Coba saja pegang plat dinding Avanza dan Xenia. Contohnya pintu belakang ditekan dengan tangan sambil menutup pintu saja sudah penyok, saking tipis dan buruk kualitas platnya. Lah, bagaimana mau melindungi penumpang di dalamnya.

Pemerintah selaku regulator di bidang perhubungan tidak boleh main-main dengan fitur keselamatan kendaraan, hanya demi meraup rupiah (pajak), dan menyenangkan masyarakat ekonomi menengah agar dapat memiliki kendaraan murah. Di sinilah hakikat pemerintah, apakah melindungi warganya atau tidak. Kalau tidak melindungi atau abai dengan keselamatan warga maka bukan pemerintah namanya.

Lebih baik kendaraan dengan fitur keselamatan minim seperti Avanza, Xenia, Luxio, dll dilarang beredar di pasaran atau diminta meningkatkan kualitas kendaraan. Lebih baik sedikit kendaraan tapi aman dibandingkan banyak kendaraan tapi tidak aman dan menyebabkan macet di mana-mana. Warga pemakai jalan dengan ekonomi menengah ke bawah dapat memaksimalkan angkutan umum.

Sangat menarik opini tersebut untuk dikomentari sampai-sampai TGB pun ingin ikut berkomentar dalam tulisan ini.

TGB sangat setuju dengan pendapat dari Sutomo Paguci bahwa fitur keselamatan dan standar keamanan kendaraan menjadi hal utama yang harus dipenuhi oleh pabrikan di Indonesia.

Akan tetapi di balik semua itu yang lebih penting adalah budaya kita dalam berkendara. Budaya berkendara yang TGB maksud adalah kita harus memahami serta menyadari pentingnya disiplin berkendara dengan mengubah kultur berkendara yang tidak tertib menjadi tertib dan patuh pada rambu lalu lintas.

Berikut contoh-contoh kasus kecelakaan yang mengakibatkan kematian walaupun dengan menggunakan super car yang sarat akan fitur keselamatan.

Tahun 2012 – Bugis, Singapore

20120515.141519_tnp_graphic

Sebuah Ferrari yang menerobos lampu merah dengan kecepatan 178km/jam dan menabrak taksi yang sedang melintas. Kejadian tersebut persis di depan Bugis Junction pada bulan May 2012.

 taxi crash.img_assist_custom-640x363ca2601e

Masih belum yakin? nih ada videonya juga…

Tahun 2013 – California, United States

Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan aktor Hollywood, Paul Walker yang beken melalui film The Fast and the Furious.

Kejadian tersebut bulan November 2013 dimana mobil Porsche Carrera GT merah yang di tumpangi Paul Walker berayun di luar kendali dan menabrak tiang lampu dan pohon di Valencia, Santa Clarita, California. Mobil langsung meledak lalu terbakar dan Paul Walker beserta temannya yang berada didalam Porsche Carrera GT meninggal di tempat kejadian.

paul-walker-car-600usa-paulwalkerPaul Walker car crash scene 2Obit Paul Walker

Kesimpulan

Fitur kendaraan secanggih apapun dan kualitas material sebaik apapun akan sia-sia jika kultur kita dalam berkendaraan masih rendah.

Bagaimana tidak? Segala fitur keselamatan sudah pasti dibenamkan ke dalam mobil-mobil sekelas Ferrari dan Porsche Carrera GT. Dan Masalah material sudah pasti kelas wahid punya. Harga pun bak bumi dan langit jika dibandingkan dengan mobil-mobil yang disebutkan oleh Sutomo Paguci diawal tulisan ini. Tapi kok kalau kecelakaan ya serem juga bentuknya?

Itu sebuah bukti bahwa budaya berkendara lebih penting daripada fitur canggih sekalipun

Semoga bermanfaat.

Komentar»

1. Rideralam - Agustus 17, 2014

Budaya tertib lalu lintas masih minim di sekitar kita

http://rideralam.com/2014/08/17/ktm-rc125-siap-lanjutkan-kesuksesan-duke-125/

The Green Blog - Agustus 17, 2014

iya… itu yang harus dibenahi….

The Green Blog - Agustus 24, 2014

tugas kita untuk berpartisipasi mengkampanyekan budaya tertib lalu lintas om….

2. orong-orong - Agustus 22, 2014
3. Disiplin Dalam Berkendara Adalah Segalanya | The Green Blog - Oktober 9, 2014

[…] beberapa bulan lalu tentang budaya berkendara lebih penting daripada fitur canggih sekalipun (klik disini). Dan juga penilaian Badan Kesehatan Dunia yang diberitakan oleh www.bin.go.id bahwa kecelakaan […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: