jump to navigation

Warna Surat Tilang dan Cara Penyelesaian Agustus 24, 2014

Posted by The Green Blog in Car, Motorcycle.
Tags: ,
trackback

surat tilang

Mungkin hampir semua pengendara pernah merasakan bagaimana rasanya di tilang oleh pak polisi. Ketika di tilang, ada beberapa warna pada lembar tilang. Nah, apakah mas bro sudah tahu semuanya?

Dalam akun resmi di Facebook, Humas Polri menjelaskan kalau surat tilang akan diberikan pada mereka yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Surat tilang tersebut memiliki lima lembar dengan warna yang berbeda, yaitu:

  1. Lembar Merah : Diberikan kepada pelanggar yang akan melaksanakan sidang perkara pelanggarannya di pengadilan;
  2. Lembar Biru : Diberikan kepada pelanggar yang menyatakan setuju atas dakwaan Penyidik/Penyidik pembantu dan bersedia membayar denda maksimal yang ditentukan UU LLAJ dan disetorkan ke bank yang ditentukan;
  3. Lembar Hijau : Diberikan kepada pengadilan negeri setempat;
  4. Lembar Kuning Diberikan kepada kesatuan Polri setempat;
  5. Lembar Putih : Diberikan kepada kejaksaan negeri setempat.

Terdapat ada dua cara penyelesaian perkara pelanggaran lalu lintas jalan yang dapat dilaksanakan, yaitu:

  1. Mengakui Kesalahan, kita akan diberi LEMBAR BIRU dengan membayar denda maksimal ke bank yang ditentukan. Bukti setor denda dibawa ke Satlantas setempat yang melaksanakan Razia untuk mengambil kembali SIM/STNK kita yang disita. Sebagai gambaran, dalam aturan, tidak menggunakan sabuk pengaman dendanya adalah Rp 1 jutaan.
  2. Tidak Mengakui Kesalahan, kita akan diberi LEMBAR MERAH untuk mengikuti sidang di pengadilan yang telah ditentukan dan besarnya denda diputuskan oleh Hakim. SIM/STNK yang disita diambil di pengadilan.

Dalam menjalani sidang ada 2 (dua) cara yang dapat dilakukan:

  1. Pelanggar tidak hadir di sidang pengadilan: Dalam hal ini terdakwa dapat menunjuk seseorang dengan menyatakannya didalam kolom tilang bahwa ia menunjuk seseorang untuk mewakilinya di sidang pengadilan.
  2. Pelanggar hadir / mengikuti sidang pengadilan.

Semua denda akan masuk ke kas negara. Pungutan liar diluar ketentuan berlaku tidak diperkenankan.

TIPS

  1. Bila Mitra Humas mengakui kesalahan, anda harus meminta Lembar Tilang warna Biru. Jangan mau mengikuti oknum petugas yang meminta anda untuk mengambil lembar merah.
  2. Baca dengan seksama alamat Bank yang ditunjuk untuk menyetor denda bila Mitra Humas mengambil slip biru.
  3. Baca dengan seksama lokasi pengadilan dimana Mitra Humas akan menjalani sidang.
  4. Baca dengan seksama alamat satlantas dimana Mitra Humas akan mengambil STNK dan SIM yang disita oleh Petugas (tanya langsung dengan petugasnya agar lebih jelas).

Semoga bermanfaat

Sumber: Detik

Komentar»

1. potretbikers - Agustus 24, 2014

Nice info nich…..semoga tidak ada gontok2an lagi dijalanšŸ˜‰

http://potretbikers.com/2014/08/24/pajak-5-tahunan-semakin-ribet-stnk-tnkb-baru-jadi-1-tahun/

The Green Blog - Agustus 24, 2014

amin mas…

2. macantua - Agustus 24, 2014
The Green Blog - Agustus 24, 2014

Iya bayar atuh haha…

macantua - Agustus 24, 2014

Sama ajah

The Green Blog - Agustus 24, 2014

Iya. Bedanya yg merah ikut sidang pengadilan. Yang biru langsung ke bankšŸ™‚

macantua - Agustus 25, 2014

tapi kadang polisi nya suka nipu, gamau kalau kita bayar ke Bank, bolang bank sudah ga kerja sama lah, atau bank bentar lg tutup lah…. dan kejadian ini sudah beberapa kali terjadi sama ane di BANDUNG!!!

The Green Blog - Agustus 27, 2014

wah gak beres tuh oknum….

3. samijankoplak - Oktober 16, 2014

pernah juga udah mengakui salah bahwa sim mati alias kadaluarsa, padahal sudah bilang pak saya akui saya salah, saya akan bayar ke bank aja, lewat atm kan bisa bukti setor kasihkan ke polisi lagi beres, eeeeehh kata polisinya eeeh kamu sok pintar mau melawan petugas, surat tilang ya ini…. merah!!!! waduh malah melotot mau copot tuh mata, ya udah kuping terlanjur panas, sekalian aja buka kartu beras, sambil bilang … eh ente di baikin malah marah marah gak sopan, padahal ane sudah sopan, cabut pistol loe, kita tembak tembakan aja sapa yg mati???? muke aspal ente…. dia bilang loh bapak anggota, aku jawab emang ada bedanya tentara sama masyarakat???? kan sama aja, toh manusia juga. dia bilang ngomong pak dari tadi…. !!! . loh aneh nih orang. sayang rekaman pen kamera ku udah kehapus asyik tuh kalo di up….

The Green Blog - Oktober 16, 2014

Si penilang kena batunyašŸ™‚

Anonim - Oktober 16, 2014

Seep

The Green Blog - Oktober 16, 2014

joss bener…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: