jump to navigation

Helm Luar Negeri Tidak Ber-SNI Penggunaannya Dilarang di Indonesia Oktober 15, 2014

Posted by The Green Blog in Motorcycle.
Tags: , , , , , ,
trackback

Selamat pagi Mas bro and Mbak sis semua…

TGB ada niatan untuk menambah helm baru. Seperti biasa sebelum membeli sesuatu biasanya TGB browsing-browsing untuk cari informasi helm apa yang pas. Lagi asyik-asyiknya browsing ke website resmi mulai dari Shoei, AGV, Arai, Shark, Suomy sampai Givi tiba-tiba TGB ingat kalau helm tersebut khan standardnya luar negeri punya alias bukan SNI.

Nah gimana kalau di pakai di Indonesia ya?

Dari pada ragu-ragu ya sudah cari informasi mengenai peraturannya di Indonesia. Kalau sudah jelas peraturannya dan diperbolehkan untuk dipakai sehari-hari baru deh ambil keputusan untuk membelinya atau tidak.

AGV

Agar kita mengerti peraturannya dan juga melek hukum. Mari kita simak pertanyaan dari seseorang dan jawaban dari seorang ahli hukum yaitu Tri Jata Ayu Pramesti, S.H. yang TGB kutip dari http://www.hukumonline.com. Jadi kita tahu bagaimana harus bersikap jika kita menghadapi permasalahan di atas.

Helm SNI

Pertanyaan:

Bolehkah Memakai Helm Produksi Negara Lain yang Tidak Ber-SNI?

Saya tertarik dengan helm yang diproduksi di Amerika Serikat yang memenuhi standar negara tersebut dan rencananya saya ingin membeli helm tersebut secara online dan menggunakannya untuk berkendara di Indonesia. Apakah penggunaan helm yang telah memenuhi standar asing, bahkan standar negara maju seperti Amerika Serikat yang memiliki hukum yang ketat, namun belum terdaftar sebagai helm SNI, diperbolehkan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia? Terima kasih.

Jawaban:

Tri Jata Ayu Pramesti

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kewajiban menggunakan helm standar nasional Indonesia (“SNI”) bagi pengendara sepeda motor diatur dalam Pasal 57 ayat (1) jo. ayat (2) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU No. 22/2009”) yang berbunyi:

  1. Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan Bermotor.

  2. Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.

Selain itu, Pasal 106 ayat (8) UU No. 22/2009 juga mengatur bahwa setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.

Jadi, berdasarkan ketentuan di atas pengendara motor baik pengemudi maupun penumpang diwajibkan menggunakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia. Apabila melanggar, ancaman atas pelanggaran tersebut diatur dalam Pasal 291 UU No. 22/2009 yang berbunyi:

  1. Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tidak mengenakan helm standar nasional Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

  2. Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Penjelasan lebih lanjut mengenai kewajiban pengendara sepeda motor untuk menggunakan helm SNI dapat Anda simak dalam artikel Undang-Undang yang Mewajibkan Penggunaan Helm Standar.

Hal ini juga makin diperkuat dengan pengaturan dalam Pasal 53 Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan (“PP 55/2012”) yang mengatakan bahwa setiap sepeda motor dengan atau tanpa kereta samping wajib dilengkapi helm SNI untuk pengemudi dan/atau penumpangnya.

Kemudian, menjawab pertanyaan Anda, apabila helm yang ingin Anda gunakan itu merupakan produksi luar negeri namun tidak ber-SNI (sekalipun dari negara maju), maka dengan mengacu pada pasal-pasal yang disebutkan di atas, maka menurut hemat kami, tentu hal tersebut melanggar UU 22/2009 dan PP 55/2012. Oleh karena itu, bagi Anda yang menggunakannya jika berkendara di wilayah Indonesia akan dikenakan sanksi sesuai UU 22/2009.

Perlu diketahui, helm merupakan salah satu produk wajib ber-SNI. Adapun dasar hukum yang mendasari helm ber-SNI adalah Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/M-IND/PER/6/2008 Tahun 2008 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Secara Wajib (“Permenperin 40/2008”). Pasal 2 ayat (1) Permenperin 40/2008 mengatur mengenai pemberlakuan secara wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) atau revisinya terhadap Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua SNI 1811-2007 dengan pos tarif HS 6506.10.10.00.

Mengenai produk-produk apa saja yang wajib ber-SNI dapat Anda simak dalam artikel Apakah Semua Produk/Jasa Wajib SNI?.

Kemudian, mengenai pengawasan helm ber-SNI itu sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 104/M-IND/PER/10/2012 Tahun 2012 tentang Penunjukan Lembaga Penilaian Kesesuaian Dalam Rangka Pemberlakuan dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Secara Wajib sebagaimana telah diubah oleh Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 22/M-Ind/Per/4/2014 Tahun 2014.

Kedua peraturan tersebut antara lain bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan pemberlakuan dan pengawasan SNI Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua yang diberlakukan secara wajib dengan menujuk Lembaga Sertifikasi Produk yang telah terakreditasi untuk melaksanakan Sertifikasi SNI Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua.

Jadi, lembaga inilah yang nantinya mensertifikasi helm-helm yang diproduksi. Oleh karena itu, dalam konteks pertanyaan Anda, jika helm yang Anda beli dari luar negeri itu tidak memperoleh sertifikasi SNI dari Lembaga Sertifikasi Produk, maka penggunaannya dilarang di wilayah negara Indonesia. Hal ini bisa jadi dikarenakan standar tiap-tiap negara berbeda penerapannya pada produk-produk yang dihasilkan. Walaupun suatu produk berasal dari negara maju, tidak serta-merta hal tersebut dapat dijadikan dasar bahwa standarnya bisa disamakan atau di atas standar yang ditetapkan di Indonesia.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar hukum:

  1. Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
  2. Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan;
  3. Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/M-IND/PER/6/2008 Tahun 2008 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Secara Wajib;
  4. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 104/M-IND/PER/10/2012 Tahun 2012 tentang Penunjukan Lembaga Penilaian Kesesuaian Dalam Rangka Pemberlakuan dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Secara Wajib sebagaimana telah diubah oleh Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 22/M-Ind/Per/4/2014 Tahun 2014.

Penjabaran dari Tri Jata Ayu Pramesti, S.H. yang sangat panjang dapat diambil kesimpulan bahwa:

Jika helm yang Mas bro beli dari luar negeri itu tidak memperoleh sertifikasi SNI dari Lembaga Sertifikasi Produk, maka penggunaannya dilarang di wilayah negara Indonesia.

Semoga bermanfaat.

Komentar»

1. wtf170 - Oktober 15, 2014

widihhh….harus ada stempel SNI …
tp peraturan itu menguntungkan jg…biar produsen pada buka d indonesia biar membuka lowongan…
karena buat pasar global serifikasi ny DOT ya?…

The Green Blog - Oktober 15, 2014

Indonesia memang unik… punya standar sendiri yaitu SNI… kalau gak nurut bisa kena tilang karena dasar hukumnya ada…

wtf170 - Oktober 15, 2014

Walaupun aslinya spek d atas SNI ya…:-D

The Green Blog - Oktober 15, 2014

Iya hehe…

wtf170 - Oktober 15, 2014

😀

2. Kobayogas - Oktober 15, 2014

Hukumnya yang dagelan… jawabannya sih gak hehe… Intinya sih bilang saja untuk melindungi industri kita dari ancaman produk luar… ya bagus, tapi benahi dulu lah SNI-nya itu sendiri… pretttt😀

http://kobayogas.com/2014/10/15/mengapa-mobil-bisa-lebih-irit-dari-motor/

The Green Blog - Oktober 15, 2014

heran ya om… udah jelas-jelas standar international bisa dikatakan kualitas lebih baik eh kena tilang gara-gara gak ada SNI… itulah aturan di Indonesia… unik ya…

Kobayogas - Oktober 15, 2014

Bukan unik, maaf, bloon… Dibuat buat 😂.. Soalnya gini, kalau internasional diperbolehkan, ya produk2 non SNI yang akan membanjiri…kalah nama deh tuh sertifikasi SNI…

The Green Blog - Oktober 15, 2014

iya lebih kepada memprotek produk ber label SNI itu sendiri…. kalau pembuat peraturan lebih memikirkan fakor keselamatan seharusnya walaupun tidak berlabel SNI asalkan sudah lolos standar internasional harusnya diperbolehkan… iya gak?

3. st3v4nt - Oktober 15, 2014

Rasanya bahasa hukum sudah jelas No SNI gak boleh dijual di sini selain untuk memproteksi konsumen juga industri dalam negri dari produk ilegal…iya kalau pas dapet helm yg bener-bener standarnya lebih tinggi kalau dapet yg abal-abal gimana? Mestinya sih kalau mau fair produsen helm mahal ya daftar aja biar dapet SNI toh helm Indonesia juga harus gitu kalau mau dijual di AS mesti dapet cap DOT. Tapi kalau mau tetep beli juga helm non SNI ya gak masalah yg kena kan yg jual bukan yg pake helmnya….

The Green Blog - Oktober 15, 2014

informasi yang saya dapat terakhir via FB, beberapa brand luar sudah berlabel SNI… jadi sudah legal untuk dipakai di jalan Indonesia…

4. ndesoedisi - Oktober 15, 2014

Emang jelas banget bahwa Standar Indonesia berbeda dengan Standar Luar Negeri, cuma takutnya besok-besok ada pejabat yang berwacana bahwa Helm yang dipakai di MotoGP dan kejuaraan balap dunia lainnya ga safety dipakai di Indonesia karena tidak ber-SNI ngoahahaaaaaa

The Green Blog - Oktober 15, 2014

pejabat ngawur ngoahahaaaaaa

5. ardiantoyugo - Oktober 15, 2014

Wadesign…

The Green Blog - Oktober 15, 2014

ada yang ngamuk hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: