jump to navigation

Perbedaan BBM Jenis Premium, Pertamax dan Pertamax Plus November 20, 2014

Posted by The Green Blog in Automotive, Car, Motorcycle.
Tags: , , ,
trackback

bbm5

Sejak tanggal 18 November 2014, pemerintah secara resmi mengurangi subsidi bahan bakar premium, dan secara otomatis menaikkan harga bahan bakar premium Rp 2.000 sehingga harga per liternya di pasaran menjadi Rp 8.500.

Keputusan tersebut menimbulkan banyak polemik. Para pemilik kendaraan bermotor berbondong-bondong mengantre semalam sebelum harga premium naik untuk mengisi motor atau mobilnya dengan premium harga lama hingga penuh.

Walaupun pemerintah sudah menetapkan bahwa bahan bakar premium hanya untuk mobil keluaran lama dan kendaraan umum, tetapi masih banyak mobil keluaran terbaru yang menggunakan bahan bakar premium.

Namun, banyak juga pengguna mobil lama dan motor yang menggunakan pertamax—walaupun harganya lebih mahal—dengan alasan lebih hemat pemakaiannya.

Sebenarnya, apa sih perbedaan antara premium, pertamax, serta pertamax plus itu?

Mengapa harganya berbeda-beda?

Berikut ini adalah penjelasannya yang dikutip dari berbagai sumber.

ngisi

1. Premium

Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Premium merupakan BBM untuk kendaraan bermotor yang paling populer di Indonesia sebab harganya yang paling murah di antara bahan bakar lainnya.

Premium merupakan BBM dengan oktan atau Research Octane Number (RON) terendah di antara BBM untuk kendaraan bermotor lainnya, yakni hanya 88.

Pada umumnya, premium digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermotor bermesin bensin, seperti mobil, sepeda motor, motor tempel, dan lain-lain.

Berita baiknya adalah, sejak 2006, premium sudah tanpa timbal sehingga gas buangnya tidak menimbulkan banyak polusi.

Kelemahan

  • Dari sisi teknologi, penggunaan premium dalam mesin berkompresi tinggi akan menyebabkan mesin mengalami knocking. Premium di dalam mesin kendaraan akan terbakar dan meledak tidak sesuai dengan gerakan piston. Knocking menyebabkan tenaga mesin berkurang sehingga terjadi inefisiensi.
  • Dari sisi finansial, knocking yang berkepanjangan menyebabkan kerusakan piston sehingga kendaraan bermotor harus diganti pistonnya.
  • Menggunakan tambahan pewarna dye
  • Mempunyai nilai oktan 88
  • Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah banyak

29c92df5f67d2ca2da48cda1f0823063

2. Pertamax

Seperti halnya premium, pertamax juga merupakan produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannya di kilang minyak.

Pertamax pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98 karena unsur MTBE yang berbahaya bagi lingkungan.

Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi setelah tahun 1990, terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI) dan catalytic converters (pengubah katalitik). Harga jual pertamax lebih mahal daripada premium.

Keunggulan

  • Bebas timbal
  • Oktan atau Research Octane Number (RON) yang lebih tinggi dari premium.
  • Pertamax dapat menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi sehingga dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston. Hasilnya, tenaga mesin yang menggunakan pertamax lebih maksimal karena BBM digunakan secara optimal.
  • Ditujukan untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal.
  • Mempunyai nilai oktan 92
  • Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya
  • Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding premium

SPBU

3. Pertamax Plus

Selain premium dan pertamax, yang terakhir adalah pertamax plus. Pertamax plus merupakan bahan bakar yang sudah memenuhi standar performa International World Wide Fuel Charter (IWWFC).

Pertamax plus adalah bahan bakar untuk kendaraan yang memiliki rasio kompresi minimal 10,5, serta menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers, dan catalytic converters.

Keunggulan

  • Bebas timbal
  • Oktan atau Research Octane Number (RON) yang lebih tinggi dari Pertamax.
  • Pertamax Plus bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi sehingga dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston. Penggunaan BBM lebih optimal dibanding premium dan pertamax.
  • Bisa membersihkan timbunan deposit pada fuel injector, inlet valve, dan ruang bakar yang dapat menurunkan performa mesin kendaraan, serta mampu melarutkan air di dalam tangki mobil sehingga dapat mencegah karat dan korosi pada saluran dan tangki bahan bakar.
  • BBM ini ditujukan untuk kendaraan yang berteknologi tinggi dan ramah lingkungan
  • Mempunyai nilai oktan 95
  • Toluene sebagai peningkat oktannya
  • Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain

Semoga bermanfaat.

Sumber: Detik

Top Posts:

Komentar»

1. yusufblog23 - November 20, 2014
The Green Blog - November 20, 2014

Monggo mbah…

2. ridertua - November 20, 2014

mosokkk

The Green Blog - November 20, 2014

Ngoahaha……

3. yellowduck - November 21, 2014

kemaren baca koran, di brunei BBM yg dijual malah ron 98 brarti kalo dimari jadi petamax plus plus ya mbah. harganya pun cuma Rp 4.100, sugih tenan tuh negara.

The Green Blog - November 21, 2014

iya brunei emang begitu mbah… singapore juga Ron 92, Ron 95 dan Ron 98…. nanti saya buat artikel terpisah… karena saya tinggal di Singapore mbah….

4. blade-in - November 21, 2014

Biaya bikin RON88 (Premium) ternyata lqebih mahal dari Pertamax, Bero!. Gak percaya tanya sama Menteri Keuangan dan orang Pertamina … (katanya harga kekonomian Premium tu 10.000. Padahal di Malaysia aja Pertamax (RON95) tanpa subsidi cuma 9.600 …)

The Green Blog - November 21, 2014

wah tambah ruwet bro….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: